Showing posts with label akar. Show all posts
Showing posts with label akar. Show all posts

Wednesday, February 29, 2012

balai ketibaan

riuh
mula menghuni ruang
balai ketibaan
menyaksi pusu-pusu penumpang
dengan bagasi laju dan perlahan

ada gadis yang datang
dengan muka tertempel senyuman
dengan genang mata yang penuh aman
sepertinya,
penuh tanya-tanya yang tersimpan

apakah
dibawa bersamanya rindu
setelah kasih ditinggal di negara jauh?
apakah
dibawa bersamanya pilu
setelah hatinya dipijak rapuh?

atau sama seperti aku;
pengen ke tempat asing
mengimpi sesuatu yang belum tersentuh.



tentang menyukai seseorang dan merasakan dia punya perasaan yang sama seperti kau. untuk pentas 'akar berlabuh'. video klik sini.

Thursday, February 23, 2012

AKAR berLABUH / AKAR KUKUBESI Vol.2

saya akan berpentas di acara AKAR berLABUH
Sabtu 25 Feb 2012, sekitar jam 830 malam.

bersempena acara
yang berlangsung selama 2 hari (25 dan 26 Feb 2012)

berikut adalah tentatif penuh acara serta senarai persembahan;
[untuk lebih jelas, klik pada gambar]

Monday, June 13, 2011

puisi kota penuh lumpur

kota ini penuh lumpur
tempat aku jatuh tersungkur, lalu bangkit berlari tak pernah undur

kota lumpur...kota lumpur

kota ini penuh lumpur
bagai fabrik yang tak pernah luntur
penuh pastel-pastel warna senyum tawa
penuh cerita suka duka tanpa hujungnya

kota ini penuh rahsia penuh magisnya
mimpi yang kau pegang bisa bawa kau terbang
atau mungkin khayal yang kau jepit di celahan lengan cuma cicir jadi angan-angan

kota lumpur...kota lumpur

sebenarnya ada seperca cahaya
di balik mega senja untuk anak-anak merdeka

di balik lorong gelap gelita
di balik pekik lolong si penjaja
di balik hutan konkrit kotaraya
di balik murah-murah rambang mata
di balik tangan kasihan meminta-minta
di balik dunia terbalik lelaki dan wanita
di balik pusu-pusu transportasi
di balik muzik jalanan sana sini
apa lagi,
di balik jiwa si pelontar puisi ini

cahaya untuk aku, untuk kau, untuk mereka
cahaya untuk kita yang berlumpur dan dilumur
kita berlumpur teknologi
dilumur cemar itu ini

"tapi kota lumpur, kau begitu indah
--aku mau senyum bersamamu, biarkan dunia cemburu"

kota lumpur...kota lumpur

di sini penuh dosa
di sini penuh pahala
di sini penuh cinta
bikin yang waras jadi gila
yang celik jadi buta
yang riuh sunyi suara
hingga yang hampir mati masih meraksa nyawa

di sini penuh sial
di sini penuh celaka
neon malamnya berlumba-lumba silaukan mata

di sini masih penuh lumpur
tempat aku jatuh tersungkur, lalu bangkit berlari tak pernah undur

kota lumpur...

"kota lumpur, kau begitu indah
--aku mau senyum bersamamu, biarkan dunia cemburu
biarkan dunia terus cemburu"


performasi di AKAR & KUKUBESI MANIPULASI.video klik sini.

Thursday, June 2, 2011

dia pergi

kenapa aku begitu bodoh
kenapa aku begitu bodoh

kenapa aku begitu lembab
kenapa aku begitu lembab

untuk cuma bicara walau mungkin sesaat

dia pergi...dia pergi
dia pergi...dia pergi

kenapa aku begitu bodoh
kenapa aku begitu bodoh

mungkin
bukan kerana aku yang terlalu lambat
tapi
waktu yang melaju terlalu cepat

dia pergi...dia pergi
dia pergi...dia pergi


untuk mereka yg pernah terlewat menyatakan rasa hati
.
performasi di AKAR & KUKUBESI MANIPULASI.video klik sini.

Sunday, February 6, 2011

primadona jalanan

waktu-waktu yang mahal,
adalah waktu-waktu menunggu giliran di celahan pekat malam.

gayamu persis primadona--bibir gincu merah segala
lenggok pinggulmu aduh...mempesona.
kau tak pernah hirau
betapa gocoh mereka mencaci
betapa keji kau diseranahi
kau cuma bisa nangis dan nangis lagi.

apa yang kau juangkan?
ayuh kita lari dan terbang, sebelum kau terus diganyang.

"primadona jalanan, apa yang kau juangkan?
bangkitlah dari lena, padamkanlah dosa-dosa"

primadona,
kapan lagi giliranku?
kemiskinan itu tak lama
tapi kenapa kau harus baringan dinoda?
menangislah dalam tawa, asal saja kau tahu
tembok tembok keraton itu takkan selamanya kuning
bintang bintang dilangit takkan selamanya berkelip
bila ribu kedut di muka
bila perutmu berisi nyawa
kau hilang tarif kelas pertama

dan kau jantan gersang,
enak enak saja kau peluk dia, lalu kau katanya sundal
iya...mereka memang sudah jelas dosanya
tapi, apa kau cukup suci untuk ke sorga?
mereka pasti lari dan terbang sebelum kau terus mengganyang.

"ayuhlah, ayuhlah lari dan terbang
kita bebas, menggapai awan gemawan"

primadona,
anak-anak kau benar benar lapar dan rindu
tapi yang kau susukan
cuma bibir-bibir yang giurkan gebu dadamu
nah, halalkan saja tangan-tangan setan
membuka celana
melurutkan semua
menelusuri celahan segala

kalau tak sampai giliranku,
rapatkan kakimu, dekapkan dadamu
jangan biar mereka kangkang depanmu
memanjat-manjat lagi tubuhmu
sampai masa
mereka pasti berlutut depan isteri-isterinya yang menunggu.
kalau kita lari dan terbang, kau takkan terus diganyang.

suara suara, cukup.
bunyi bunyi, cukup.
mereka belum mau berhenti, cukup.

primadonaku sayang,
seka airmatamu
masih ada lagi kan giliranku?


ini tentang kupu-kupu malam, yang menjaja tubuh untuk meneruskan hidup. kita cuma tau caci dan hina mereka, tapi tak pernah cuba selami masalah mereka dan bawa keluar dari persundalan hidupnya.

lagu dicipta dengan rasa ingin memujuk 'primadona jalanan' keluar dari kepompong dosa. terima kasih Lah Fauzi, Dion dan Ika untuk bunyi indah yang kita kongsi.

boleh tonton bunyi performasinya di sisi.

Thursday, January 13, 2011

tumpahnya darahku

negaraku--tanah tumpahnya darahku
berapa ramai lagi yang
kau minta untuk cukup membingit telinga?

jangan kau letakkan provokasi-provokasi
di depan kami kerna
kami bisa melancar petaka
jangan kau sentuh tanah kami
jangan kau goncang bumi ini
kerna kau nyata
distraksi

"kami harimau Malaya, tak gentar sakti sang naga, apatah lagi gadangnya garuda"

di sini bapak-bapak tak lagi berbalah tentang hal tanah
ibu-ibu tak lagi bertikam lidah tentang perihal cemburu
pemimpin-pemimpin di parlimen sudah
lupa tentang perebutan kuasa
cuma di kepalanya mengingat Malaya
cuma di bibirnya bersorak gumbira

warna kulit sudah tiada beda
pangkat darjat jadi setara
bagaikan ada malaikat memaksa semua menyatu suara
bangkit sama
senyum sama
menang sama
sama. sama. sama. sama tanpa beda

kalau ada tangan-tangan celaka menepuk tampar dari belakang
--tepiskan
kalau ada mulut-mulut puaka melancang kata mencarut bahasa
--pekakkan
sukan bola itu kan penyatu bangsa
tapi kita dikerdil-kerdilkan

"kita kan harimau Malaya, jangan gentar sakti sang naga, apatah lagi gadangnya garuda"

di bumi ini
di tanah ini
siatkan tubuhku, lapahkan isinya
ceraikan jiwaku, dari nadinya
tumpahnya darahku
sang harimau Malaya

aku bangga.


untuk yang selalu mencemuh, tanah yang kau pijak ini harus sampai bila-bila kau banggakan.bukan untuk seketika bila mana mengecap kejayaan.
jangan biar diri kita terus diperlekehkan.

sehari selepas kemenangan 'Piala AFF Suzuki 2010',terima kasih pasukan bolasepak negara.

ini aku sisipkan video performasinya.

Saturday, November 27, 2010

serigala

serigala dari hutan jiwa sedang
menunggu saat aku tertiarap
--bila rahang masa sedang mencerai sang aku yang tak bersayap.

diratah diludah
dipelanting menyepah
--sezarah tak kurebah menyerah.


ibaratkan serigala itu peringkat kesabaran yang kau ada. tahan. dunia tak akan penat menguji duga.

Sunday, October 17, 2010

performasi AKAR di TUJUH

salam.maaf tak sedap.cuma mau kongsi tulisan dan rasa aku.
ini performasi 'AKAR di TUJUH' Laman Budaya Shah Alam pada 30Julai yang lalu.

dan


cinta dan busur pencinta

suara latar oleh Ika dan Fynn Jamal. bunyi-bunyian oleh Lah Fauzi dan Dion.

kalau kurang puas tentang kualiti videonya, sila ke sini dan situ. terima kasih yang teramat besar.

*tonton dan senyum*

Monday, October 4, 2010

kesempatan

kau kisahkan aku
dalam puisi-puisi
malam-malam
pagi-pagi
aku terjaga, aku terjaga--

kesempatan paling aman untuk langit terus biru
kesempatan paling panjang untuk aku terus tunggu

katakan saja kau mau aku
jadi pacarmu
pencintamu
perindumu
aku tertunda, aku tertunda--

seperti ada kesempatan paling aman untuk langit terus biru
seperti itulah kesempatan paling panjang untuk aku terus tunggu

aku lelah.


kenapa bila engkau sudah dijaga dan disifatkan sempurna untuknya namun dia masih menidakkan tentang perasaannya pada engkau.penat kan menunggu?

Tuesday, July 27, 2010

AKAR di TUJUH

30 Julai ini ada malam bacaan puisi oleh aku dan teman teman di Laman Budaya Shah Alam.juga banyak lagi performasi yg cantik untuk kamu tonton.tak perlu bayar.

tegur tegur aku kalau kamu datang.nanti kita bisa duduk borak dan sembang.atau mungkin lepak untuk kopi secawan.

*senyum*

(untuk lebih jelas, klik pada gambar)
"ya.yang tertera pada surat layang ini memang nama aku.sedikit beda"

Monday, June 7, 2010

dan

dan
anak kecil itu tak tau apa apa
orang tua yang itu tak lagi hunus senjata
perempuan perempuan
ibu ibu dina itu tak lagi punya daya.
jadinya; bunuhkan saja mereka

dan
esok nanti datang
bergerombolan mungkin jutaan
kerusi kerusi roda
tin tin makanan
alat alat permainan yang kau kira ancaman
jadinya; hapuskan saja semua

memang yang namanya tak berdosa itu harus mati
iya, mereka harus saja mati kan?
kerna kaulah raja bertuhan syaitan

dan

pada malam malam yang
tak pernah habis
untuk mereka berlinang tangis
aku sumpah.
kelak malam siang kau tak pernah tenang

pasti tak akan
bajingan.

dan GAZA pasti bangkit.

Saturday, May 8, 2010

lelaki simpanan

kurungkan aku dalam ruang
sempit yang kamu buang kuncinya jauh
engselkan pintunya dengan
keluli yang kamu pateri mati

padatkan dindingnya dengan
rindu kamu yang paling ampuh
biar berantakan aku dihina maki

kalau siksaan itu adalah cinta yg aku rasakan
aku mau terus terusan jadi simpanan

Thursday, January 28, 2010

cinta

sesungguhnya; cinta itu amat keparat

ditunggu rasanya penat
dikejar pastinya tak larat

Wednesday, January 13, 2010

busur pencinta

kalau
niat kau untuk panah aku;
pastikan
posisinya
tepat di jantung

kalau
tersasar jauh melulu;
barangkali
bencana
bakal kau harung

Sunday, September 6, 2009

dan aku rasa...Palestina

aku hidu udara, mereka hidu asap
aku titis airmata, mereka berdarah pekat
di sini denting nada, di sana dentum lara
gelap aku ada cahaya, benderang mereka letupan duka

kita baring, seronok dan ngorok
mereka sorok elak dirodok

kau tak rasa?

lontarnya batu dibalas peluru
kuburnya satu mayat beribu
mati akalnya tertutup kata
wilayahnya kecil hampir tak ada

rumah mereka
jadi pondok buruk, remuk dan bobrok
diancam si bodoh, bangsat dan bongok

kau masih tak rasa?

anak kecil mereka tak tahu apa
lahir sahaja hadap peluru senjata
jangan kata nak lari gembira
nak tatih berjalan pun kaki tak ada

ku tadah tangan mohon padaNya
jihad mereka diterima pastinya syurga

jeritnya pedih
peritnya sedih

aku tahu la
sebab aku lihat, dengar
dan...dan aku rasa